Mau Ambil Refinancing Kredit? Perhatikan Hal Ini Dulu!

By Liodra

Dalam hal kredit mobil baru, terkadang muncul penawaran refinancing dari pihak dealer maupun dari pihak ketiga pemberi kredit. Proses ini biasanya diberikan untuk pelanggan prioritas. Meski demikian, siapapun sebenarnya dapat mengajukan proses ini kepada pihak leasing.

Meskipun sistem ini bukanlah hal baru, tetapi nyatanya masih banyak yang ragu untuk mengiyakan penawaran ini karena menganggapnya penipuan. Padahal, jika memahami proses dan syaratnya, bisa jadi refinancing adalah keuntungan bagi pihak debitur.

Penjelasan Tentang Refinancing

Jadi sebenarnya apa itu refinancing? Refinancing merupakan proses pembaharuan terhadap kontrak kredit berjalan. Tujuan dari pembaharuan ini adalah untuk mendapatkan dana tunai berjumlah tertentu.

Siapapun dapat memberikan pengajuan agar mendapatkan penawaran ini, nantinya pihak leasing yang akan menyeleksi. Ada dua jenis refinancing, keduanya tentu diterbitkan sesuai dengan persetujuan dengan pihak debitur.

Jenis Refinancing

Seperti yang disebutkan di atas, refinancing terdiri dari dua jenis, yaitu:

1. Cash in Refinancing

Sesuai dengan namanya, pembaharuan kontrak kredit ini berhubungan dengan uang tunai. Maksudnya adalah pihak debitur dapat membayar sisa dari nilai hutang dengan membayar sejumlah uang sesuai dengan nilai terlampir.

2. Rate and Term Refinancing

Dibandingkan dengan Cash in Refinancing, restrukturisasi yang satu ini lebih akrab didengar dan lebih banyak dilakukan. Nantinya, pihak debitur akan diberikan penawaran untuk menutup hutang lama dengan diterbitkan hutang baru namun dengan nilai bunga yang lebih kecil.

Keuntungan Refinancing Kredit

Proses restrukturisasi kredit semacam ini seringnya memang dibutuhkan oleh para debitur. Hal itu dikarenakan proses ini memiliki berbagai macam keuntungan seperti berikut:

1. Proses Cepat

Bagi Anda yang sudah menjadi nasabah prioritas, maka Anda tidak perlu mengajukan permohonan restrukturisasi kredit. Biasanya pihak leasing yang akan menghubungi dan menawarkan langsung. Jika Anda mengiyakan penawaran tersebut, proses yang harus dijalani tidak membutuhkan waktu lama.

Biasanya proses dari persetujuan hingga terbit surat kontrak baru hanyalah berkisar antara 2 – 4 hari kerja. Hal ini dikarenakan semua data yang dimiliki oleh nasabah atau debitur, sudah dimiliki oleh pihak leasing, termasuk rekam jejak pembayaran tagihan.

2. Aman

Proses restrukturisasi ini berlangsung antara nasabah sebagai debitur dan leasing sebagai kreditur. Leasing sendiri adalah perusahaan finansial resmi yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. maka semua transaksinya pun ada di bawah pengawasan OJK.

Dengan mendapatkan dana langsung dari pihak legal maka debitur tidak perlu takut akan transaksi yang melawan hukum. Selain itu, keamanan juga terjamin karena OJK dapat memberi sanksi tegas bagi leasing yang bermasalah.

3. Menurunkan Suku Bunga

Salah satu yang menjadi beban ketika membayar cicilan adalah karena adanya bunga. Namun, dengan restrukturisasi kredit, cicilan akan menjadi lebih ringan. Selain karena nilai hutang yang menjadi lebih kecil, bunga yang ditawarkan juga menarik.

Umumnya pihak leasing akan menawarkan bunga tetap alias fixed rate. Namun, ada kalanya pula mereka menawarkan bunga fluktuatif atau floating rate dengan nilai yang masih bisa dianggap wajar dan meringankan.

4. Tagihan Cepat Lunas

Selain bunga, tenor cicilan juga menjadi salah satu hal yang memberatkan ketika mengambil cicilan. Tentunya semua nasabah ingin cicilan mereka cepat lunas agar bisa lebih lega mengatur keuangan. Itulah sebabnya ketika mendapat restrukturisasi kredit, kebanyakan akan menyetujuinya.

Dengan refinancing, maka tenor bisa menjadi lebih pendek, terutama jika fitur yang dipilih adalah cash in refinancing.

Membeli mobil secara kredit bukanlah hal yang baru. Salah satu platform jual beli mobil terpercaya yang ada saat ini adalah SEVA. Dengan sistem Instant Approval yang ditawarkannya, proses kepemilikan mobil bisa disesuaikan dengan kemampuan finansial Anda.